

SEBAGAI mantan komuter jasa kereta api, baik jabodetabek dengan krl-nya maupun antar kota antar propinsi Jakarta Surabaya, saya tertarik untuk sedikit membahas tentang kereta api khususnya yang dilayani oleh PT KAI. Solusi perbaikan yang sudah mendesak adalah :
1. Pisahkan pengelola kereta api dengan pengelola rel kereta api.
Ambil contoh di modus transportasi lain seperti pengelola terminal bus dan jalan raya yang berbeda pengelola dengan operator angkutan umum. Contoh lain PT Pelindo yang mengelola pelabuhan2 di seluruh Indonesia, tetapi kapal-kapal yang juga sangat bervariasi fungsi dan ukurannya dikelola oleh pihak lain, baik BUMN (PELNI) maupun swasta. Atau di sektor transportasi udara ada PT Angkasa Pura 1 dan 2 yang hanya mengelola bandara dan segala fasilitasnya tanpa ikut menjalankan maskapai penerbangan apapun.
Hal ini menjadi sangat mendesak demi tercapainya sebuah profesionalisme, peningkatan kualitas pelayanan yang sangat baik, dan pertumbuhan bisnis yang sangat pesat.
2. Tambah frekuensi keberangkatan armada
Saya tertawa ketika melihat PT KAI khususnya jabodetabek yang sampai mengerahkan penceramah untuk mencegah penumpang di atap kereta. Setahu saya, mereka naik di atap karena jumlah gerbong yang ada sudah tidak mencukupi. Ketimpangan antara supply dan demand. Apakah mereka tidak membayar ? Saya pikir mayoritas mereka membayar, apalagi selama beberapa tahun terakhir dikerahkan penjaga di pintu keluar masuk stasiun yang cukup menekan angka penumpang gelap ini.
Rute luar kota juga perlu ditambah, terlebih karena sudah tidak dijualnya tiket tanpa tempat duduk. Kini sekedar jakarta – surabaya saja untuk kelas Argo sulitnya minta ampun mendapatkan tiket, meskipun beberapa hari menjelang keberangkatan.
3. Jadikan jalur rel kereta api yang masih aktif minimal menjadi rel jalur ganda, baik di seluruh penjuru Jawa maupun sumatera. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan frekuensi lalu-lintas perjalanan kereta api, mempercepat waktu tempuh, serta menghindari insiden maupun kecelakaan yang mungkin terjadi seperti tabrakan adu kepala antar kereta.
Adapun untuk rel kereta yang sudah mati, dihidupkan kembali agar aset yang sudah ada tidak rusak maupun terbengkelai, dan juga dapat mempercepat laju pertumbuhan perekonomian yang ada.
4. Perbanyak armada kereta api barang setelah poin nomor 1 dan 3 terlaksana.
Lalu lintas jalur pantura dan pantai selatan jawa, dan juga sumatera sangat-sangat padat, terutama truk, trailer, container, maupun jenis lain. Saat ini sudah dimulai dengan mengadakan rangkaian kereta api container rute Jakarta Surabaya, namun hal ini masih kurang jumlahnya dibandingkan dengan kebutuhan yang ada. Jadikan stasiun-stasiun kecil sebagai tempat bongkar muat barang/kontainer dengan fasiltas alat angkat yang memadai. Bila tidak mampu, bisa menggandeng swasta untuk pengadaan dan pengelolaannya.
Dengan adanya rangkaian kereta barang yang melayani rute jawa sumatera, efektivitas dan efisiensi pengangkutan akan lebih baik, kualitas barang yang diantar tetap terjaga, sedangkan biaya yang harus dipikul konsumen untuk mata rantai distribusi menjadi lebih rendah. Akibatnya margin tersebut dapat digunakan untuk melakukan perbaikan ekonomi dari sisi yang lain maupun untuk memperbaiki kualitas hidup konsumen.
5. Harapan Kinerja yang Lebih Baik :
Dengan dipisahkannya pengelola rel dengan angkutan kereta api, profesionalisme lebih terjamin, persaingan semakin sehat, keuangan lebih teratur dan transparan. Gampangnya, jika terjadi ketidak beresan dengan jalur kereta, tinggal tunjuk perusahaan yang bersangkutan, sedangkan bila terjadi ketidakberesan dengan angkutan kereta, tunjuk saja operatornya.
6. Hilangkan KKN yang ada di pt kereta api, karena ini hanya menjadi penyebab bobroknya pelayanan transportasi. Jadikan rekrutmen terbuka agar anak-anak bangsa yang berkompeten dapat berkarya lebih maksimal dan melayani pelanggan dengan lebih baik. Kereta api milik kita bersama, bukan hanya milik segelintir orang.
7. Perbaiki kualitas pelayanan
Setahu saya, untuk rute jarak jauh, pelayanan yang diberikan semakin menurun. Contoh mudahnya adalah servis makan. Meskipun harga tiket naik secara signifikan, justru pelayanan dikurangi. Jika dulu ada kereta kompartemen yang bisa untuk tidur di ranjang, ada restoran, ada snack, makan, serta teh / kopi, seiring berjalannya waktu berkurang satu-persatu hingga habis. Parahnya, kini justru model pelayanan ala jebakan Betmen dengan menawarkan makanan yang ternyata berharga mahal tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Ini tidak adil buat penumpang.
8. Buat sistem pembelian tiket online yang mudah
Selama ini pembelian tiket sangat tidak familier, meski sudah mengandalkan jaringan Indomaret. Mungkin jika dibuat seperti ticketing pesawat akan lebih bagus dan mudah untuk konsumen.
Harapan saya, dengan Pah Dahlan membidani BUMN, salah satunya kereta api ini terdapat perubahan kualitas pelayanan, baik fisik maupun non fisik.
Bisa dikatakan, kereta api adalah modus transportasi yang paling enggan atau bebal untuk berubah, dibanding modus lain. Semoga ini salah.