

Papan informasi keberangkatan bus di terminal Purabaya Bungurasih
PERNAH melihat papan informasi keberangkatan kendaraan seperti ini? biasanya hanya terdapat di bandara kan? Eit, ternyata anda salah. Ini ada di terminal bus. Atau ini ada di laur negri? kalo anda menganggap Jatim berada di luar negeri, anda benar. Maklum, selama ini kita mengenal public transportation yang ada di indonesia dikelola tidak maksimal. Jadi, mulailah mengubah mindset bahwa banyak perubahan2 kecil yang bisa dilakuian untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk masyarakat. Ini dibuktikan dengan sedikit sentuhan sederhana.
Informasi yang ditayangkan berisi jalur bus, jam keberangkatan, kelas pelayanan, nama bus, plat nomor, tujuan keberangkatan, serta tarif bawah dan tarif atas. Informasi ini diperbarui seiring jadwal keberangkatan bus dan adanya di terminal keberangkatan ke luar kota.
Papan informasi keberangkatan bus, berisi jam, nopol,nama bus, tujuan, kelas dan batas tarif
Jadi, ingin berjalan2 backpacker naik bus di jatim? baca dulu tulisan ini.
Saya sangat sering wira-wiri berlalu-lalang di terminal purabaya bungurasih Sidoarjo / Surabaya. Namun baru awal juni 2010 kemarin ngeh jika ada fasilitas informasi tersebut. Acungan dua jempol untuk pengelola terminal. Selain papan informasi keberangkatan, di ruang tunggu keberangkatan ini calon penumpang juga dihibur oleh live music. Lumayan, untuk menenangkan suasana terminal yang biasanya penuh hiruk pikuk, apalagi di tengah panasnya Surabaya. Selain di bungurasih, live music juga ada di stasiun pasar turi Surabaya yang juga menghibur calon penumpang.
Selain fasilitas di ruang tunggu, yang membuat oke adalah kepastian jadwal keberangkatan bus. Sebelum diadakannya papan informasi elektronik, sebenarnya jauh2 hari keberangkatan bus sudah cukup tepat waktu dan presisi. Jeda yang paling rapat di kisaran tiap dua menit. Asyik kan bila nunggu di terminal maksimal 2 menit langsung berangkat. Tidak seperti bus wilayah lain yang harus menunggu di kisaran minimal setengah jam.
Selain itu, seperti armada Sumber Kencono, bahkan di beberapa terminal besar jadwal kedatangan dan keberangkatannya dibuat ketat seperti di terminal Madiun, Solo dan Yogya. Jadi sopir sudah terbiasa mengambil istirahat / berhenti hanya di terminal tujuan akhir saja dan itupun tidak lama, hanya maksimal 2 jam.
Sistem ketat seperti ini hanya bisa dilakukan bila perusahaan operator bus menjalankan sistem premi / komisi, bukan sistem setoran. Sebagai contoh, bus Ladju, menurut salah satu kondektur menerapkan sistem komisi (jika tidak keliru) 14:8:6. 14 persen untuk sopir, 8 persen untuk kondektur, dan 6 persen untuk kernet. Sedangkan sisanya untuk perusahaan operator. Misal pendapatan hari itu 1jt, sopir mendapat 140rb, 80 rb untuk kondektur, dan 60rb bagi sang kernet.
Di Sumber Kencono, bahkan kondektur mendapat premi khusus dari tiap karcis / tiket yang diberikan pada penumpang. Beberapa tahun silam besarnya 200rp tiap penumpang. Di musim puncak liburan, sekali perjalanan berangkat, misalnya surabaya – jogja, jumlah penumpang naik turun bus bisa mencapai 150 orang. jika demikian kondektur mendapat tambahan 30rb.
Sistem premi dapat berjalan efektif bila dilakukan kontrol pendapatan dengan misalnya sistem karcis bagi tiap penumpang, serta adanya petugas kontrol khusus yang memeriksa penjualan secara random di tengah jalan. Untuk rute Surabaya – Jogja, rata-rata diperiksa sebanyak 2 – 4 kali. Namun sistem kontrol ini sebaiknya tidak terlalu mengganggu privasi penumpang. Ada satu operator, PO Restu khususnya jurusan Surabaya – Madiun – Ponorogo / Magetan. Saking seringnya, bahkan rata2 satu perjalanan hingga dikontrol 4 kali. Yang terbanyak, pernah hingga 9 kali. Parahnya lagi, kontroler merobek lembar kontrol yang ada di tiap karcis penumpang tanpa terkecuali termasuk penumpang yang tidur. Yang menjengkelkan, penumpang yang sudah dikontrol sebelumnya ikut-ikutan dibangunkan dan ditanya karcisnya. Agak kebangetan memang
Sebaran armada penguasa wilayah jatim
Sepengetahuan saya, operator tertentu menguasai transportasi bus umum di jatim. Rinciannya sebagai berikut :
Rute timur
surabaya – pasuruan – probolinggo – situbondo – banyuwangi dikuasai oleh akas dan afiliasinya. Ada Akas NNR, Akas Asri, dan juga Indonesia Abadi. begitu juga untuk Jember – Banyuwangi. Adapun rute surabaya – probolinggo – jember dikuasai akas dan Ladju. Dari rute ini dapat juga dilanjutkan ke kota yang berdekatan, seperti bondowoso yang dapat dicapai dari situbondo, serta lumajang dari wonorejo (jalur probolinggo – jember).
Jika menggunakan bus kelas ekonomi di jalur ini, akan lebih cepat jika menggunakan sistem putus-putus alias oper pindah ke bus di depannya, daripada harus antri menunggu lebih setengah jam. Ini biasa dilakukan di kota Probolinggo, Jember, dan Situbondo.
Rute tengah
Surabaya – Malang, kelas ekonomi mayoritas trayek dikuasai Restu. Ada juga bus lain sperti Akas grup, dan kalisari. Namun tidak sebanyak restu. Selain malang, restu juga melebarkan jangkauan hingga malang timur dan blitar. Adapun kelas patas, dibagi agak berimbang oleh Kalisari, Menggala, dan Hafana. Salah satu armada patas di hari jum’at, seluruh awaknya mengenakan pakaian batik plus peci hitam. Sangat menarik bukan ?
Rute Barat
Untuk barat (agak timur) surabayaa – jombang – kediri – tulungagung dikuasai oleh harapan jaya baik kelas ekonomi maupun patas. Sedangkan rute langsung surabaya – trenggalek didominasi Sri Lestari dan Surya Perdamaian. Di jalur ini juga beroperasi bus patas tujuan blitar yang mengambil rute surabaya – njkerto – jombang – pare (kab kediri) – wates – kota blitar.
PO Sumber Kencono, rute Surabaya – Yogyakarta di terminal Maospati, Magetan
Bila ingin mengambil rute jalur selatan, katakanlah dari pacitan ke banyuwangi, menggunakan angkutan umum lebih disarankan sebagai berikut : Pacitan – Ponorogo – Trenggalek – Tulungagung – Blitar – Malang. Di malang sendiri bisa memilih rute jalur tengah atau selatan. Jalur tengah berarti berganti terminal dari Gadang (atau penggantinya) menuju Arjosari yang selanjutnya naik bus menuju jember. Bila tetap di jalur selatan tidak perlu ke Arjosari, tetapi langsung naik bus jurusan Lumajang. Dari lumajang menuju jember. Dan selanjutnya mengambil rute final ke Banyuwangi via gunung Gumitir. Semua rute selatan ini jika menggunakan bus ekonomi harus dilakukan secara estafet karena jangan sampai kehabisan waktu karena antri di terminal.
Untuk jalur selatan, Surabaya – madiun – Ponorogo, dikuasai Restu, Jaya grup, serta beberapa Akas. Sebelumnya didominasi Akas dan ITA (grup Eka – Mira) yang trayeknya sudah dijual. Kota yang dilewati adalah surabaya – mojokerto – jombang – nganjuk – madiun – ponorogo. Sampai ponorogo bertarif Rp. 22 ribu. Kota yang dapat dijangkau selanjutnya adalah Pacitan. Sebenarnya ada juga bus langsung Aneka Jaya Surabaya – Pacitan, tetapi sehari baru memiliki 4x jadwal keberangkatan dengan tarif Rp. 40rb.
Untuk jalur barat tengah surabaya – madiun – solo – yogya, didominasi dua besar, yakni sumber kencono dan Mira untuk kelas ekonomi. Dari jumlah armada lebih banyak Sumber kencono, tetapi dari kualitas bus, masih unggul Mira dengan armadanya yang terbaru dengan fasilitas AC dan televisi. Tarifnyapun relatif sama. Yang dilalui adalah surabaya mojokerto jombang nganjuk madiun maospati ngawi – sragen – solo – klaten – yogya.
Salah satu armada PO MIRA Surabaya – Yogya ketika mengisi bahan bakar
Kota yang dapat dijangkau rute ini melalui Maospati adalah Magetan. Sebenarnya ada juga bus langsung surabaya – magetan yang dilayani Restu dan Indrapura (Tarif ekonomi 22rb, patas 45rb). Tetapi jadwalnya dalam sehari hanya sedikit.
Adapun kelas patas, dikuasai EKA yang masih satu perusahaan dengan MIRA. Bagusnya lagi, meskipun patas, bus ini beroperasi 24 jam. Jadi jangan khawatir jika malam2 harus bepergian di jalur yang dilayani, masih ada bus yang siap dicegat. Bus ini tidak melewati kota madiun melainkan berbelok kanan di caruban melewati daerah karangjati dan tembus di kota ngawi. Selain itu sama dengan kelas ekonomi. Tarif surabaya – madiun Rp. 20 rb, surabaya – yogya patas Rp 68rb. Dan Surabaya – Solo Patas Rp. 53 Ribu.
Awak bus di Jatim, dikenal dengan seragam merah-nya
Rute Barat Pantura
Untuk jalur surabaya – lamongan – tuban – semarang dikuasai jaya utama grup yang melayani kelas ekonomi dan patas. Sedangkan rute surabaya lamongan bojonegoro cepu dikuasai po indonesia yang juga masih satu grup dengan Jaya Utama. Adapun jalur pinggir pantai seluruhnya surabaya gresik lamongan utara (paciran, brondong) dilayani oleh armada bus kecil dari terminal surabaya osowilangun yang rencananya akan dipindah ke terminal bunder gresik.
kalo dari juanda ke terminal purabaya naek taxi kisaran tarifnya berapa ya?
untuk transportasi darat sepertinya jatim lebih baik dari daerah manapun di indonesia bahkan dki jakarta. saya sudah keliling hampir semua provinsi di indonesia. Tertib, disiplin, tepat waktu, murah dan nyaman serta aman, itulah gambaran transportasi darat di jatim. bahkan sekarang jadwal keberangkatan po bus di berbagai terminal di jatim bisa diakses lewat internet. walaupun disana sini masih ada sedikit kekurangan, namun pelan tapi pasti selalu diperbaiki. salam sukses semua po otobus di jatim semoga tetap eksis melayani masyarakat jatim dan sekitarnya...