23/11/11

Perempuan

,
Perempuan yang perasan cantik akan menggedik dengan lelaki,
Perempuan yang perasan cantik akan suka membuka auratnya,
Perempuan yang perasan cantik akan mula make up tebal-tebal,
Perempuan yang perasan cantik akan tunjuk semua gambarnya pada lelaki,
Perempuan yang perasan cantik akan merasakan dirinya paling 'cute',
Perempuan yang perasan cantik akan rasa diri dia paling ramai peminat,

Sedangkan HAKIKAT KECANTIKAN wanita ialah:

Muslimah yang cantik tidak akan menggedik dengan lelaki,
Muslimah yang cantik tidak akan membuka auratnya,
Muslimah yang cantik tidak perlu make up tebal-tebal,
Muslimah yang cantik tidak akan tunjuk wajahnya pada lelaki bukan mahram,
Muslimah yang cantik akan sentiasa rasa dirinya biasa-biasa saja,
Muslimah yang cantik akan merasa terhina apabila dirinya dikelilingi 'kumbang',

Kecantikan wanita tidak bererti andai tiada iman, taqwa dan ilmu padanya. Tariklah perhatian Allah, bukan menarik perhatian lelaki yang tidak halal bagi kamu.

Masalah Perasaan

,

Perasaan cinta yang lahir
terhadap seseorang
bukanlah tanda kita akan
memilikinya..namun
kadang-kadang ia muncul

sebagai ujian dari-Nya
buat kita, kerana DIA
ingin melihat bagaimana
kita memelihara,
mengawal dan
mengurusnya..
Perasaan cinta itu
amanah, dan amanah
pasti akan dihisab oleh
ALLAH.. sama-sama kita
menjaga dan mendidik
hati.. ♥ Inshaa' Allaa



10/11/11

Dunia Tidak Satu Suara Menurunkan Emisi

,
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Negara maju dan negara berkembang tidak satu suara berkomitmen menurunkan penggunaan emisi gas karbon dioksida atau gas rumah kaca sehingga mempercepat perubahan iklim. Hingga saat ini belum terjadi kesepakatan antara negara-negara maju dengan negara-negara berkembang tentang pengurangan gas emisi karbon dioksida (CO2).

"Negara berkembang, salah satunya Indonesia berseberangan pendapat dengan negara-negara maju tentang pengurangan emisi gas karbon dioksida," ungkap Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim Rachmat Witoelar seusai menghadiri Konferensi ke-10 Asia Pasific Roundatble for Sustainble Consumption and Production (APRSCP) di Yogyakarta, Kamis (10/11).

Menurut dia, perbedaan pendapat itu muncul dalam berbagai forum internasional membahas perubahan iklim dunia. Dia mengatakan negara-negara maju tidak mau mengurangi emisi gas karbon dioksida sesuai kesepakatan dalam Protokol Kyoto, yakni pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 26 hingga 40 persen.

"Negara-negara maju hingga kini masih bersikukuh dengan pendapatnya tidak mau mengurangi penggunaan emisi gas karbon akibat proses industri," kata dia.

Menurut dia, sikap negara-negara maju yang tidak mau mengurangi emisi gas karbon menunjukkan sikap yang peduli terhadap kerusakan dunia. "Sebagai negara yang terhormat tidak pantas bersikap seperti itu. Semestinya negara-negara maju menjalankan tanggung jawab terhadap kerusakan dunia yang disebabkan industri secara besar-besaran," katanya.

Ia mengatakan jika dilihat dari sejarah perkembangan industri, maka negara maju terlebih dahulu menjadi penyebab perubahan iklim akibat gas emisi karbon dioksida. "Polusi udara akibat gas emisi karbon dioksida banyak disumbang negara maju yang telah mendirikan industri puluhan tahun lalu," katanya.

Oleh karena itu, negara maju menurutnya, harus bertanggung jawab terhadap pencemaran emisi gas karbon. "Amerika Serikat misalnya sebagai salah satu anggota negara maju seharusnya bisa melakukan hal yang lebih baik untuk mengurangi penggunaan emisi gas karbon," katanya.

Ia mengatakan posisi Indonesia dalam forum internasional adalah berkomitmen menurunkan penggunaan gas emisi karbon sesuai ketentuan Protokol Kyoto. "Indonesia berkomitmen menurunkan penggunaan emisi gas karbon sebesar 26 persen sesuai konvensi," katanya.

Menurutnya, Indonesia akan terus mendukung dan berempati terhadap negara-negara berkembang yang mengalami kondisi lingkungan yang memprihatinkan akibat perubahan iklim. Dia mengatakan negara-negara berkembang terus mendesak negara maju untuk mengikuti ketentuan konvensi tentang penurunan emisi gas karbon.

"Kami terus membujuk negara maju melalui dialog dengan negara-negara maju di berbagai forum internasional. Indonesia sebagai salah satu negara yang juga dirugikan akibat emisi gas karbon beberapa kali telah berbicara keras tentang emisi di sejumlah forum internasional," kata dia.

Ia mengatakan kendala yang dihadapi negara berkembang saat ini adalah tidak terjadinya konsensus dalam berbagai konvensi internasional. "Jika 10 anggota dari 180 negara anggota yang berbicara pada forum internasional, maka konsensus tidak akan terjadi," katanya.

"Beberapa delegasi kami di forum internasional sempat stres membujuk negara maju lebih peduli pada perubahan iklim," katanya.

Dia mengatakan negara-negara berkembang akan terus berdialog dengan negara maju pada Desember tahun ini membahas perubahan iklim di Durban. "Kami akan terus berbicara dan mendorong negara maju melihat sisi kemanusiaan akibat perubahan iklim," katanya.

Menurutnya, batas kesepakatan seluruh negara tentang pengurangan emisi gas karbon adalah pada 2012. "Semua negara harus menghasilkan kesepakatan pada 2012 untuk mengatasi perubahan iklim yang semakin berlangsung cepat," kata dia.(Ant/BEY)

08/11/11

Kenikmatan

,
Bismillahirrohmanirrohim....

Jika puisi kesedihan merangkul semua kedamaian...
maka hidup pun sempurna dengan sebuah ujian dan cobaan...

... Keindahan birunya langit itu karena ada gumpalan awan putih...
anggunnya hujan karena di mega jingganya ada pelangi...

dan tiada yang lebih SEMPURNA dari apa yang ALLAH ciptakan bagi KITA...
syukurilah, ketika hari ini KITA masih dapat menangis...
merasa sulit, merasa susah dan tidak mudah untuk menggapai tujuan KITA...

karena itu berarti KITA benar - benar HIDUP...
dan yang merasa SULIT adalah dia yang berusaha...
KITA NIKMATI BERSAMA...

percayalah bahwa UJIAN adalah KENIKMATAN,
dan KENIKMATAN adalah UJIAN...

walhamdulillah ala kuli hal...

salam hangat,

Curahan Hati

,
Assalamu'alaikum wr wb

Ada hal-hal yang memang tidak mungkin dicapai atau dilakukan
oleh manusia.

Tetapi ada banyak hal yang sebenarnya mungkin tetapi pikiran
kita mengatakan tidak mungkin.

Padahal hal tersebut kita inginkan.
Padahal hal tersebut bisa kita raih.

Hanya satu yang menghambatnya, yaitu masalah persepsi
atau anggapan diri sendiri.

Anda tidak cukup hanya dengan mengatakan "Saya pasti bisa"

Perkataan "saya pasti bisa" jika hanya dimulut saja,
tidak akan memberikan dampak positif.

Atau, hanya dalam pikiran sadar, juga tidak akan mengubah
hidup Anda. Anda pikir Anda sudah berpikir positif, tetapi
pada kenyataannya tetap saja tindakan kita tidak seperti
keyakinan.

Jika Anda berpikir bahwa Anda sanggup menggapai sesuatu,
maka seharusnya tindakan Anda pun berjalan menuju hal
tersebut. Jika tidak, artinya Anda belum berpikir positif.

Renungkan... jangan sampai, merasa sudah berpikir positif,
padahal sebenarnya belum. Hanya perasaan saja.

03/11/11

DARI KORUPSI SAMPAI PORNOGRAFI

,

DARI KORUPSI SAMPAI PORNOGRAFI

Tersiar berita bahwa Indonesia termasuk negara yang paling KORUP di dunia. Yang paling tidak KORUP adalah negara-negara Skandinavia. Setelah itu, juga tersiar berita bahwa Indonesia adalah negara yang termasuk paling PORNO. Di bulan puasa, saya merenungi kedua “paling” itu. Paling KORUP dan paling PORNO. Bukankah ibaratnya telah mempermalukan kita semua sebagai bangsa? Apalagi sebagian besar bangsa ini adalah orang-orang yang beragama?
Predikat paling KORUP sebenarnya sudah lama kita dengar. Kita sendiri merasakan, betapa KORUPSI telah membelit negeri kkita ini. Bung Hatta bahkan telah mengakui KORUPSI telah membudaya. Beberapa kali ada upaya untuk melakukan pemberantasan KORUPSI, namun selalu gagal dan gagal. Tetapi kalo predikat paling PORNO, rasanya baru sekarang terdengar. Bahwa banyak keluhan masyarakat terhaadap tayangan televise ataupun media cetak yang menampilkan PORNOGRAFI memang semakin sengit terdengar. Tetapi, mengapa masyarakat kita senang dengan tayangan atau media cetak seperti itu? Buktinya tayangan televise ataupun media cetak seperti itulah yang ternyata laku. Ibaratnya seperti pisang goring. Mengapa?
KORUPSI, agaknya terkait dengan System Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat. Kalau rakyat sejahtera, buat apa KORUPSI? Bukankah gaji kita, gaji Pegawai Negeri Sipil dan militer kita memang rendah? Untuk dapat menutupi kebutuhan keluarga? Setidaknya banyak yang KORUPSI masalah waktu. Ditengah jam kerja memiliki pekerjaan lain. Dokter-dokter saja sengaja praktek di Rumah sakit lain disaat jam kerja. Meskipun mereka pegawai sebuah RS pemerintah. Yang lain? Tentunya tidak mudah. Kalau kebutuhan mendesak, memang sulit untuk tudak KORUPSI. Inilah KORUPSI mini yang tujuannya sekedar untuk memenuhi kebutuhan ramahtangganya.
Tetapi, KORUPSI yang terjadi di Indonesia terkadang memang sangat spektakuler. Bagaimana bisa mencapai angka bermilyar-milyar rupiah terkadnag sulit tuk dipahami. Itulah yang terjadi di Indonesia. KORUPSI, tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah-tangganya, tetapi jauh di luar kebutuhan itu. Mengapa bias terjadi? Karena Sistem Ekonomi dan Kesejahteraan kita memang membuka peluang untuk KORUPSI.
Mengapa di negara-negara Skandinavia ataupun Singapura KORUPSI sangatlah rendah, bahkan nyaris bersih? Sebabnya karena, Sistem Ekonomi dan Kesejahteraannya. Negara-negara Skandinavia sebagaimana kita ketahui telah menjadi model negara “kesejahteraan”. Bukan “welfare state”, dimana seluruhnya ditanggung negara, tetapi negara membuka peluang yang seluas-luasnya untuk menciptakan kesejahteraan dengan keikut-sertaan masyrakat itu sendiri. Hampir seluruh perusahaan di negara-negara Skandinavia, tenaga kerja di perusahaan itu menjadi pemilik perusahaan itu melalui koperasi karyawan perusahaan itu. Karyawan, dengan demikian ikut menjadi pemilik. Mereka terlibat dalam manajemen, sehingga manajemen juga dikontrol oleh seluruh karyawan. Bagamana bisa KORUPSI? Selain itu, mereka juga menikmati keuntungan perusahaan dan memperoleh gaji dari perusahaan. Hal ini berarti adanya pemerataan pendapatan diantara karyawan perusahaan itu. Kalau semua perusahaan dimiliki oleh karyawan, bagaimana bias KORUPSI? Selanjutnya seluruh kebutuhannya dari kesehatan sampai pension dipenuhi ketika ,mereka tidak lagi bekerja. Buat apa KORUPSI?
Demikian juga Singapura, Negara Asia yang termasuk bersih dari KORUPSI. Seluruh penduduk negara pulau itu mengikuti program tabungan “Central Provident Found”( CPF ), yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Ketika mereka bekerja sekitar 40% gajinya dipotong untuk CPF. Dana ini merupakan tabungan untuk mencukupi kebutuhan kesehatan, hari tua, dan lain sebagainya. Buat apa KORUPSI? Selain itu, dana CPF diinvestasikan ke berbagai program yang aman dan menguntungkan, sehingga memberi nilai lebih bagi pesertanaya dan member peluang terbukanya lapangan kerja melalui projek-projek investasi atau pembukaan lapangan kerja baru yang dibiayai dana CPF itu. Buat apa KORUPSI?
Semua itu tidak dimiliki oleh Indonesia. Disaat bekerja, kita sudah berfikir bagaimana nanti kalo pensiun. Percayakah anda bahwa sebagian besar “manula” tidak memiliki jaminan pensiun dan jaminan kesehatan ketika mereka sakit? Program Jamsostek tidak mencakup program pensiun, sementara THT-nya hanaya kecil. Kesehatan usai bekerja? Tidak ada!
Karena itu, kita tidak bias berbicara memberantas KORUPSI tanpa disertai membangun Sistem Ekonomi dan Kesejahteraan yang dengan sendirinya akan mencegah terjadinya KORUPSI. Kalau tidak, maka penjara kita mungkin akan penuh dengan orang-orang yang tertuduh KORUPSI.
Bagaimana dengan PORNOGRAFI? Sama saja. Lingkungan kita rasanya sangat rawan dengan PORNOGRAFI. Video PORNO yang dijual dimana-mana , tayangan televise yang sering mengundang atau nyrempet PORNOGRAFI. Bahkan iklan radio pun sudah nyrempet PORNOGRAFI. Konon, kalau tidak begitu kurang laku. Mau apa lagi?
Saya khawatir, meskipun setiap bulan puasa kita menutup hibuan-hiburan maksiat, PORNOGRAFI masih berjalan terus. Bahkan semakin hebat, karena bebas diadarkan. Sampai kapan?
Inilah pertanyaan yang sulit tuk dijawab. Sementara kemiskinan fisik/ materi terus berlanjut, kemiskinan rohani juga terus berlanjut, korupsi, pornografi semakin meluas. Kapan kita mempunyai pemerintah yang kepemimpinannya peduli mengurangi KORUPSI dan PORNOGRAFI melalui pendekatan system, yaitu system yang mampu membangun Sistem Ekonomi, Kesejahteraan, dan Peradaban yang bermartabat.
 

Sedikit Hal yang Ku Ketahui Copyright © 2011 -- Template created by Hendrynoer